


Pada 24 Januari, hari Rabu, kami bangun lebih pagi untuk melanjutkan persiapan dekorasi. Saya bersama teman-teman anggota Dekor pergi ke sekolah untuk melakukan pengukuran ulang pada properti penjara agar sesuai dengan latar belakang batu bata yang akan dipasang. Setelah itu, kami memindahkan properti ke kos Nicole dan melanjutkan proses menempelkan kembali batu bata pada latar belakang penjara yang telah disiapkan. Kami juga mengecat serta mendekorasi buku-buku agar tampilannya lebih sesuai dengan konteks sejarah dan cerita Monginsidi yang kami bawakan. Tantangan pada hari itu cukup terasa karena sebagai anak kos tidak memiliki transportasi pribadi, sehingga harus memesan taksi online, dan proses membawa latar belakang penjara yang berukuran besar menjadi cukup berat, namun hal tersebut melatih kerja sama dan ketangguhan kami dalam menyelesaikan tanggung jawab bersama.
Pada malam hari, saya melanjutkan kegiatan dengan melakukan perjalanan pulang ke rumah di wilayah Surabaya timur. Saya juga memanfaatkan kesempatan untuk mencari kain lap serta toples-toples untuk properti tambahan drama. Dari pengalaman ini, saya belajar untuk lebih peka melihat barang sederhana di sekitar yang masih bisa dimanfaatkan secara kreatif dan mendukung jalannya pertunjukan.
Leave a Reply