



Pada tanggal 5 Februari, setelah pulang sekolah, kami satu kelas tetap melanjutkan latihan drama meskipun sudah mendekati waktu-waktu padat. Di sela latihan tersebut, saya kembali mengerjakan properti untuk scene pasar dan pesta rakyat, khususnya membuat sayur, buah, serta makanan yang akan ditampilkan agar suasana terlihat lebih hidup. Kami menempelkan properti itu bersama-sama dan mengatur display dengan lebih rapi, serta menggunakan penguat agar tidak mudah jatuh saat digunakan di panggung. Setelah pekerjaan di sekolah selesai, saya dan teman-teman dekor melanjutkannya lagi di kos dengan menyesuaikan tongkat pramuka yang dipotong dan digerinda agar pas digunakan sebagai pikulan pedagang, memperbaiki box yang rusak, serta saya melukis papan jualan sayur. Hari itu terasa panjang dan melelahkan, tetapi dari proses ini sangat menentukan kekuatan suasana di panggung dan membutuhkan ketekunan untuk menyempurnakannya.
Leave a Reply