
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
Review Latihan di kelas
Latihan On Stage bersama guru pendamping di Bangsal
H-30 menit tampil. Persiapan (Make up, Run Trough, Review Gladi Bersih)
Pembuatan pagar bambu untuk properti scene perang di kost Steven Tandyo
Pembuatan video trailer di kota tua dengan pengambilan foto untuk feeds IG. Sangat menyenangkan dan…