
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
Tanggal 27 Januari 2026, kami bersama sama latihan dan menampilkan gladi bersih terakhir kalinya di…
Pada tangggal 26 Januari 2026, saya bersama teman teman perkab kerja di kos Tandyo menyelesaikan…
Pada tanggal 19 Januari 2026, saya berangkat bersama teman teman aktor saya ketempat sewa costum…
Pada tanggal 21 Januari 2026, saya membantu dan menemani shooting trailer hari pertama dengan membantu…
Pada tanggal 15 Januari 2026, kami dikelas bersama sama mereview dan merevisi penampilan kami kemarin,…